Selasa, 15 Mei 2012

Bijih Besi



Lokasi : Karossa – Bonehau - Kalumpang (Mamuju), Tapango – Binuang –Matakali - Anreapi (Polman), Ulumanda (Majene), Aralle,Sumarorong (Mamasa)


Luas : Range dari daerah terkecil – terbesar adalah : 3.000 Ha – 7.594,2 Ha.

Potensi Sumber Daya : 6.044,04 Ton - 163.823,83 Ton

Kadar : 4,52 ppm - 58,3 %

Kandungan Fe rata– rata yang terdapat di daerah tersebut 49,6 % hingga 65 % dengan cadangan perkiraan kurang lebih 634.525 Ton.

Genesa : Terbentuk akibat proses hidrotermal/ replacement, proses metamorfik, proses pelapukan permukaan (Surfical Processes) maupun proses metasomatik (kontak dengan air tanah).

Sumber data : Survey dan Pemetaan Bahan Galian Logam Kab. Mamuju, Distamben Sulbar & CV. Citra Multicon, 2008. Survei Logam oleh CV.Saga


Bangun Persada, 2006. Wilayah Penyeledikan Umum/Data Pengelolaan Mineral dan Batubara, Prov. SulBar,2009. Data KP.Distamben Kab.Majene.

Survei Logam Oleh PT.Siduppa Group, 2007.


Keterangan :
Cebakan vahan mineral logam bijih besi ( magnetik, hematit ) yang terdapat di Provinsi Sulawesi Barat tersebar di beberapa Kabupaten yaitu : Kabupaten Polewali mandar , Mamuju dan Mamasa. Di Kabupaten Polewali mandar bahan galian ini terdapat di Kecamatan Tapango, Anreapi, Bulo, Matakali dan Matangga. Di Kabupaten Mamuju cebakan bijih besi terdapat di Daerah Senjango Kecamatan Karossa.